Text
23:59 Kau yang Tak Pernah Pulang dan Aku yang Selalu Menunggu
Ami akhirnya bertunangan. Ia tersenyum di pelaminan, mengenakan kebaya putih, memamerkan cincin, dan dikelilingi teman-teman serta keluarga yang turut bahagia. Tapi, ada satu hal yang tidak hadir di hari besarnya: kebebasan dari masa lalunya.
Di antara deretan bunga ucapan dan tawa para tamu, Athif—sahabat lelaki dari masa lalu Ami—hanya bisa diam menyaksikan pertunangan itu seperti menghadiri pemakaman. Karena ia tahu: di balik senyum Ami, masih ada luka yang belum selesai, pertanyaan yang belum terjawab, dan hati yang belum utuh. Ia tahu semuanya, karena ia tahu siapa Raga sebenarnya.
| P01459S | 813 KHR d | My Library (Kesusastraan) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain