Text
Air Mata Pembaca Al-Qur'an: Rahasia Kejujuran Tangis Para Salaf
Hadits di atas memaksa kita untuk merenung, mengapa para pembaca Al-Qur'an justru rawan dengan jerat-jerat kemunafikan. Ternyata, banyak orang hanya membaca Al-Qur'an hanya di tenggorokan, tak sampai di hati. Banyak yang tersedu-sedu melantunkan ayat dalam shalat, namun khusyuk tinggal angan-angan.
Buku ini menyibak fenomena "ibadah membaca Al-Qur'an" dari sisi yang unik. Setelah mengingatkan bahaya nifak yang mengancam, Muhammad Syauman Ar-Ramli, sang penulis menghadirkan potret kehidupan para nabi dan Salafusshalih. Seakan memberikan gambaran ideal tentang bagaimana seharusnya menitikkan air mata dengan jujur, jauh dari noktah kemunafikan.
| P01860S | 297.52 ARR a | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain