Text
Hadiah Cinta dari Istanbul
Siapapun telah mahfum bahwa Riyadh as-Sholihin karya Imam Nawawi merupakan kitab yang amat luar biasa. Bukan semata karena isinya diambil dari kitab-kitab sunnah terpercaya seperti Shohih al-Bukhoriy, Muslim, Abu Daud, An Nasaai, At Tirmidziy, Ibnu Majah dan lain-lainnya, tapi juga tersebab kitab ini meliputi targhib dan tarhib serta kebutuhan seorang muslim dalam perkara agama, dunia, pun akhirat.
Itu sebabnya, Riyadh as-Sholihin tetap menjadi incaran siapa saja yang ingin jiwanya terbimbing, kemudian hidupnya terhiasi dengan ibadah yang mengantarnya pada kebahagiaan. Di tangan Fairuz Abadi yang memang pernah mendalami dan selama 5 tahunan menjadikan kitab ini sebagai bahan ajar, beberapa butir hikmah yang terkandung dalam Riyadh as-Sholihin itu makin sedap untuk kita serap. Sebab, penulis yang pernah nyantri dan melanjutkan kuliah di Universitas Imam Ibnu Saud Jakarta (LIPIA) dengan apik meramu dan menebarnya dalam lembar-lembar kisah romantis.
Gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk cerminan akhlak juga mudah ditemui karena penulis novel ini memasukkan tafsir ayat-ayat al quran, syair-syair para ulama seperti Imam Ibnu Qayyim dll yang padat dengan nasihat. Bahkan diperkuat buku dan karya ilmiah yang ditulis para pemikir serta sejarawan Islam. Bobot itu amat terasa karena novel Hadiah Cinta dari Istanbul ini diperkaya 81 karya besar sebagai rujukan.
Maka, tanpa terasa semua hikmah mengendap masuk ke dalam kesadaran ketika pembaca tengah asyik menyimak akhir nasib rumah tangga yang melibatkan tokoh utama bernama Ustadz Azhar; maupun kala mengembara di Turki, Madinah atau Mekkah.
| P00242S | 813 Aba H | My Library (Kesusastraan) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain